Belasan Tahun Aku Takut Laut
Belasan tahun aku takut laut, sampai 5 tahun lalu, kami bercakap-cakap cukup lama. Ia menerimaku dengan tangan terbuka, dengan penuh kelembutan. Tanpa syarat dan ketentuan, tanpa limitasi. Laut memberikanku kebebasan, melepaskan segala penghakiman tentang diriku sendiri, melucuti setiap pertahanan yang seringkali kugunakan untuk bermain peran di keseharian. Ia membiarkanku sepenuhnya menjadi diriku sendiri. Belasan tahun aku takut laut, sampai 5 tahun lalu, kami bercakap-cakap cukup lama. Ia mengenalkanku pada ombak yang terlihat beringas, namun tetap bisa merengkuhku dengan kuat sekaligus lembut dalam satu waktu. Ombak bilang: “Kau tak perlu baju zirahmu sama sekali saat kau bersamaku.” Laut memberikanku izin dan kesadaran penuh saat aku mengendarainya, dengan atau tanpa pelampung. Memberiku ruang agar aku tak lagi ragu menumpahkan segala resah dan kecewa, tanpa jeda, tanpa nafas panjang yang berat. Setiap kali aku datang kepadanya dengan kepala penuh, ia mampu menghentikannya s...